Mewujudkan Mimpi bersama ASUS Zenbook Flip S13

Saya adalah orang yang setia, termasuk pada mimpi-mimpi saya. Tahun ini salah satu mimpi saya terwujud; melanjutkan studi S2 di kota New York, tepatnya di Columbia University School of International and Public Affairs. Saya akan mempelajari administrasi publik di sana, sekaligus mencari kesempatan magang di bidang media di kota yang menjadi kiblat industri media dunia.

Selain setia, saya juga pemilih. Memilih New York bukan kebetulan; New York adalah perpaduan antara kampus administrasi publik terbaik, masyarakat urban yang plural dan dinamis, serta perkembangan media dan teknologi yang cepat. New York dengan tepat merefleksikan apa yang saya butuhkan, termasuk menggenapi resolusi 2021 saya: melakukan riset untuk buku yang akan saya terbitkan.

Sifat setia dan pemilih saya tersebut berlaku untuk semua hal, termasuk dalam memilih laptop yang saya gunakan setiap hari. Laptop pertama saya di tahun 2013 adalah ASUS, pun laptop kedua yang saya beli tahun 2019: Zenbook UX433FA. Saya punya prinsip 3D dalam memilih laptop: Design, Durability, dan Duration. Saya sangat bangga dengan desain Zenbook yang ramping dan punya bezeless display, build quality yang punya standar militer membuat saya tak takut membawanya ke mana saja, dan daya tahan baterainya membuat saya bisa bekerja dari manapun tanpa takut kehabisan daya.

Tak takut membawa laptop ke manapun, karena Zenbook kesayangan tersertifikasi US Military Grade

Namun, sepertinya saya harus bersiap menghibahkan laptop ini kepada adik saya. Saya tergoda untuk tidak setia.

Tapi, siapa yang mampu menahan godaan dari sebuah laptop yang baru beberapa hari lalu saya lihat: Zenbook Flip S 13 (UX371). Semua kebaikan dari Zenbook saya ada di sana dengan dua hal ekstra yang membuat saya sulit untuk tidak meliriknya: upgrade untuk seluruh fitur dan fleksibilitas dari perangkat hybrid ini. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan terpesonanya saya terhadap laptop ini. Saya seperti Squidward di serial Spongebob Squarepants yang sedang mengagumi rumah mewahnya; terhipnotis dan hanya bisa berkata, “Homina.. homina.. homina.. homina..”

Kembali ke persiapan saya hidup di New York dan rencana saya untuk lanjut studi serta resolusi saya untuk menulis. Saya membayangkan, Zenbook Flip S UX371 adalah perangkat yang cocok untuk berbagai aktivitas saya: kegiatan akademis dan perhitungan kuantitatif yang berat, riset penulisan buku dengan membuat sketsa berbagai sudut kota dan mencatat dengan Asus Pen, menulis di Central Park tanpa takut kehabisan baterai, streaming film dengan layar yang sempurna. Saya rasa Zenbook Flip S UX371 adalah definisi dari komputer masa kini. Soal komputer masa kini, biar Asus yang menjelaskannya.

Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern.

I can’t agree more. Terus terang saya memiliki smartphone dengan stylus untuk membuat catatan. Namun saya perlu waktu ekstra untuk mengintegrasikan catatan saya ke dalam laptop. Hadirnya Zenbook Flip S UX371 seolah menjadi jawaban atas impian saya memiliki satu perangkat untuk beragam kebutuhan.

Saya bisa membayangkan, menenteng Zenbook Flip S UX371 di kampus dengan penuh gaya, warna jade black yang elegan disepuh warna emas yang menawan: sempurna! Sampai di kelas, saya memutar layar sentuh nano edge-nya 360 derajat dan menggunakan stylus untuk mencatat materi. Saya tidak perlu risau bila saya harus berhadapan dengan mata kuliah mikroekonomi yang penuh dengan kurva; saya bisa menggambarnya secepat kilat dengan ASUS Pen, stylus aktif dengan desain aluminium tipis yang memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri: menggambar, menulis, atau membuat anotasi secara akurat di aplikasi apa pun yang didukung.

Selesai kuliah saya akan berjalan menyusuri New York untuk mencari inspirasi. Kini, saya tidak perlu khawatir ide brilian menguap begitu saja. Saya menyimpan manuskrip buku saya pada Windows Ink yang tersedia dalam Zenbook Flip S UX371. Workspace Windows Ink bisa menangkap ide dan detail – saat itu juga. Saya bahkan bisa menambahkan tangkapan layar dan sketsa tanpa halangan. Saya bisa menangkap detil dari The City of Lights dengan menggambarnya menggunakan ASUS Pen. Lewat pressure level support yang berada di angka 4096 dan pen tip force berkisar 10-300g, saya bisa menggambar layaknya di atas kanvas tanpa perlu menyiapkan cat akrilik atau cat minya berbagai warna, karena semua tersedia secara digital.

Lelah berkeliling kota, saya akan menyesap kopi di salah satu kedai sambil melakukan pertemuan virtual yang telah diagendakan. Saya tak perlu khawatir apabila café tersebut tidak menyediakan colokan daya karena daya tahan baterai laptop ini mencapai 15 jam. Pun, tak perlu khawatir melakukan video conference karena suara riuh pengunjung kedai kopi akan dilibas oleh fitur ClearVoice Mic dan ASUS AI noise-canceling yang membuat kita seolah berada di ruang hening.

Ketika waktunya pulang ke apartemen, membersihkan diri menjadi hal yang wajib. Sambil mandi, kita bisa mengisi daya laptop untuk membuatnya kembali penuh. Tak perlu khawatir, hanya dalam 49 menit daya laptop ini dapat bertambah hingga 60%. Dengan daya penuh, saya bisa bersantai dan binge-watching serial favorit ditemani layar OLED 4K UHD dan suara jernih Harman Kardon, serta tidak takut kerusakan mata berkat sertifikasi TÜV Rheinland untuk perawatan mata.

Tentu saja, sebagai mahasiswa tak akan bisa lepas dari mengerjakan tugas menulis artikel dan riset. Saya sudah menyiapkan diri untuk bangun dini hari dan menyelesaikan berbagai tuntutan akademis. Saya kembali membuka Zenbook Flip S UX371. Untuk aktivitas sehari-hari, prosesor Intel core-i7 generasi 11 dengan RAM 16 GB dan SSD PCIe 3.0 1 TB, tentu mampu memenuhi ekspektasi profesional maupun akademis. SSD (Solid State Drive) yang dibenamkan dalam laptop ini juga membebaskan saya dari rasa khawatir mengganggu orang lain di tengah malam, karena selain lebih cepat dan efisien, SSD ini juga tidak menimbulkan bunyi karena tidak adanya komponen yang bergerak. Transfer datapun semakin mudah dengan dua port USB-C Thunderbolt 4 berkecepatan hingga 40Gbps.

Kesimpulannya, Zenbook Flip S UX371 adalah perangkat hybrid yang membuat saya ingin selingkuh. Tenang, saya tetap setia pada ASUS, namun kebutuhan saya yang berkembang membuat saya ingin meminang laptop ini agar hidup saya lebih optimal dan terhindar dari membawa banyak gawai di dalam tas.

Lastly; we all want 2021 to be better, thus we all need to be more productive, agile, and flexible.

With 4K OLED panel, ultra-slim design, and 360 flip screen, UX371 is the perfect laptop to help you realizing the 2021 resolution.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com

7 tanggapan untuk “Mewujudkan Mimpi bersama ASUS Zenbook Flip S13

    1. Terima kasih kembali sudah berkenan mampir dan membaca blog ini.. Semangat untuk proses penjurian karena peminat blog competitionnya membludak ternyata 😀 #SehatSelalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: